Introspeksi diri menyambut bulan Ramadhan yang mulia

Introspeksi diri menyambut bulan Ramadhan yang Mulia

21 Mei 2015   20:19 Diperbarui: 16 April 2018   20:00

Bacalah Al Qur-an, maka hidup akan teratur.

Bacalah Alam, maka hidup akan subur makmur.

Bacalah Istighfar, maka dosa-dosa kecil akan hancur lebur.

Bulan Rojab sudah berlalu, kini kita masuk ke bulan Sya’ban. Satu bulan lagi menuju Ramadhan yang amat dinanti-nanti umat Islam. Persiapan yang harus dilakukan oleh kita adalah persiapan lahir dan bathin. Persiapan lahir adalah bagaimana kita menjaga diri agar siap menjalankan ibadah shaum di bulan Ramadhan nanti. Menjaga kesehatan dengan menjaga pola makan dan minum yang benar, halalan thoyyiban. Persiapan bathin adalah mempersiapkan jiwa dan ruh kita agar perjalanan ibadah di bulan mulia itu bisa terlaksana dengan baik, lancar, dan tentunya cita-cita yang selalu diinginkan setelah Ramadhan bisa terwujud. Cita-cita yang mana? ya, keinginan kita untuk mendapatkan barokah Ramadhan, dihapuskan segala dosa, dan terbebas dari api neraka. Aamin.

Suka citanya Ramadhan, akan terlihat jelas dari kegiatan Masjid yang semakin beragam. Penuhnya kegiatan dari mulai Sholat shubuh berjama’ah dilanjutkan dengan kuliah Shubuh, kajian-kajian keislaman, Ifthor atau Buka shaum bersama, juga sholat Tarawih berjama’ah yang dilanjutkan dengan Ceramah Tarawih, menambah semaraknya bulan Ramadhan. Berbicara tentang Sholat, mari kita lihat ayat Al Qur-an yang menerangkan tentang hal tersebut. Betapa sholat mengandung hikmah bagi kehidupan ummat Islam. Mentafakkuri dan introspeksi diri, bertanya pada diri sendiri apakah sholat yang sudah kita lakukan selama hidup berbekas dalam kehidupan kita?

Alloh memerintahkan kita untuk mendirikan sholat. Artinya tidak hanya mengerjakan saja, tapi juga nilai-nilai atau hikmah sholat bisa diaplikasikan dalam kehidupan.

QS. Al Hajj : 77

“Hai orang-orang yang beriman, ruku’lah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapata kemenangan”

Dalam ayat tadi, kita diperintahkan untuk ruku’, artinya Alloh menyuruh kita untuk memiliki sikap tawadhu’, depe-depe, handap asor (bhs sunda), rendah hati, tidak ada kesombongan sedikitpun dalam diri.

Sujud, dilakukan untuk menunjukkan bahwa diri kita tak berarti apa-apa di hadapan Alloh. Sadar bahwa kita berasal dari tanah, dan akan kembali ke dalam tanah.

Perintah ‘Sembahlah Tuhanmu” ini menunjukkan bahwa kita mentauhidkan diri, hanya menyembah Alloh subhanahu wa ta’aalaa saja. Saat kita takbiratul ihrom, kita ucapkan Allohu akbar, Alloh yang Maha Besar. Disitu kita meniatkan untuk ibadah, dan itu hanya semata-mata mengharap ridho Alloh. Mengerjakan sholat dengan tuma’ninah berarti bersungguh-sungguh menjalankan setiap gerakan dengan sempurna dan dilakukan sebaik-baiknya.

Sholat yang benar, akan diterima Alloh jika dilakukan dengan bersihnya hati dari sifat riya (ingin dilihat orang lain) dan bersih dari sifat sum’ah (ingin didengar orang lain). Sholat yang makbul atau yang diterima Alloh adalah jika dilaksanakan dengan penuh keikhlasan, dan tidak semata-mata ingin mendapat pahala saja.

Mari perbaiki lagi niat kita, perbaiki lagi gerakan sholat kita, perbaiki lagi bacaan sholat kita. Semoga semangat kita menyambut ramadhan, bulan yang penuh barokah, dengan mengevaluasi sholat kita, dapat kita jadikan bekal. Pada waktunya, Ramadhan bisa kita isi dengan lebih banyak sholat, lebih banyak amal sholeh.

Alloohumma baarik lanaa fii rojaba wa sya’ban wa ballighnaa ilaa romadhoon.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s