ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA

Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga

KETAKMIRAN MASJID “AN NUR”   RW 13 KELURAHAN PANDANWANGI  KECAMATAN BLIMBING KOTA MALANG

ANGGARAN DASAR

TAKMIR MASJID “AN NUR”

MUKADIMAH

Segala Puji hanyalah milik Allah SWT, Shalawat dan Salam senantiasa kita haturkan kepada junjungan kita Rasulullah Muhammad SAW beserta keluarga, para Sahabat, dan umatnya hingga akhir zaman.  Dakwah adalah suatu kebutuhan yang harus dipenuhi utuk menciptakan tata kehidupan masyarakat yang berakhlaqul karimah, mulia dan penuh rahmat. Hal sebagaiamana disyaratkan oleh Allah ta’ala dalam firmannya:

“Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk“ (QS. At-Taubah , ayat.18)

Untuk menjadikan cermin dalam memakmurkan masjid perlu kiranya mentauladani Rasulullah SAW dalam memfungsikan masjid. Fungsi dan peranan masjid sebagaimana pada masa Rasulullah SAW adalah sebagai pusat berbagai kegiatan ummat Islam, tidak saja sebagai sarana untuk kegiatan ibadah vertikal, akan tetapi di masjid pula Rasulullah SAW telah melakukan kegiatan ibadah secara horisontal. Rasulullah SAW telah menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan dakwah, tempat menuntut dan mengkaji ilmu, menyelesaikan hukum li’an (hukum adat istiadat), dan bahkan sampai mengatur sebuah politik strategi perang Rasulullah SAW bermusyawarah di masjid.

Demi menyambut seruan tersebut, maka warga muslim RW.13, Perumahan Bumi Meranti Wangi, Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, berusaha berhimpun untuk mengerahkan segala potensi, dan secara nyata mengoptimalkan keberadaan Masjid AN NUR  sebagai pusat kegiatan dan pembinaan ummat Islam.  Ini menjadi salah satu pemicu gerak dakwah sekaligus indikator kesalehan masyarakat secara umum.

Untuk mewujudkan cita-cita diatas, maka perlu dibentuklah Takmir Masjid AN NUR, yang akan menjadi suatu organisasi dalam mengelola kegiatan ke-Islaman dan optimalisasi Masjid AN NUR.

Anggaran dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD-ART) ini disusun sebagai pijakan dan aturan baku untuk menjamin penyelenggaraan Ketakmiran Masjid AN NUR  yang sistematis dan konsisten.

Maka dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Rahman dan Maha Rahim, kami Jamaah Masjid “AN NUR” RW 13 Kerlurahan Pandanwangi Kecamatan Blimbing Kota Malang berhimpun dalam suatu wadah organisasi ketakmiran dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga sebagai berikut :

ANGGARAN DASAR MASJID AN NUR

BAB I

KETENTUAN UMUM

Pasal 1

Dalam Anggaran Dasar ini yang dimaksud dengan:

  1. Takmir Masjid AN NUR adalah organisasi yang dikelola oleh jamaah muslim dan muslimah dalam melaksanakan aktivitas di masjid untuk kemakmuran masjid agar terkelola dengan baik, dan terstruktur.
  2. Masjid adalah Masjid An Nur, Perumahan Bumi Meranti Wangi Rw 13 Kelurahan Pandanwangi Kecamatan Blimbing Kota Malang.
  3. Pengurus terdiri dari Dewan Imam, Forum Musyawarah Jam’ah dan Pengurus Harian.
  4. Dewan Imam adalah perwakilan anggota dalam mengemban amanah Musyawarah Takmir Masjid dengan melakukan fungsi pendampingan, bimbingan, pengawasan, dan pertimbangan organisasi kepada Pengurus Harian.
  5. Forum Musyawarah Jam’ah adalah perwakilan anggota dalam mengemban amanah Musyawarah Takmir Masjid dengan fungsi memberikan masukan pengembangan Masjid, memberikan pertimbangan pelaksanaan program yang bermafaat dengan tujuan untuk memakmurkan Masjid.
  6. Pengurus Harian adalah sekelompok anggota Jam’ah yang diberi amanah oleh Musyawarah Umum Takmir untuk melaksanakan tugas pengelolaan Masjid sesuai dengan AD & ART organisasi dan jangka waktu yang telah ditentukan.
  7. Musyawarah Umum Takmir adalah pertemuan anggota Takmir Masjid yang diadakan pada periode tertentu sebagai amanat organisasi yang tertuang di dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Takmir Masjid An Nur.
  8. Demisioner adalah suatu kondisi dimana Pengurus sudah tidak memiliki kuasa lagi untuk membuat keputusan atau kebijakan dan tetap menunggu dengan melaksanakan tugas rutin pengelolaan hingga di berikannya mandat baru oleh Musyawarah Umum.

BAB II

NAMA DAN TEMPAT KEDUDUKAN

Pasal. 2.

 Organisasi ini bernama “Takmir Masjid AN NUR”

Pasal. 3.

Ketakmiran Masjid “AN NUR”  bertempat dan berkedudukan di Kelurahan Pandanwangi Kecamatan Blimbing Kota Malang.

BAB III

AZAS, TUJUAN, SIFAT, VISI DAN MISI

Pasal. 4.

 Azas Ketakmiran Masjid “AN NUR” berasaskan Islam berpedoman kepada Al – Qur’an dan Hadist’

Pasal. 5.

Tujuan Takmir Masjid “AN NUR” adalah Memakmurkan Masjid “AN NUR” dan syiar Islam sehingga terbentuk masyarakat yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT pada suatu tatanan hidup islami.

Pasal 6.

Organisasi Takmir Masjid An Nur adalah Idependen, tidak berafiliasi dan tidak bernaung dibawah suatu organisasi politik manapun.

Pasal 7.

VISI

VISI Organisasi Takmir Masjid An Nur adalah menjadikan Mesjid terbaik dalam mengimplementasikan Al Qur’an dan Sunah Rasul’ sehingga terbentuk masyarakat islam yang bersatu dalam aqidah, berjama’ah dalamibadah, toleransi dalam khilafiah, dan bekerjasama dalam muamalah.

Pasal 8.

MISI

  1. Menjadikan MASJID sebagai tempat untuk beribadah dengan khusyuk hanya kepada Allah Subhanahu wa ta’ala yang nyaman, sejuk dan damai serta sebagai pusat kegiatan yang Islami.
  2. Membimbing Jama’ah Masjid An Nur sebagai pribadi muslim yang bertaqwa, dalam rangka mewujudkan masyarakat Islam yang mendapat ridha Allah Subhanahu wa ta’ala.
  3. Menjadikan Masjid sebagai Pusat Kajian Islam di Perumahan Bumi Meranti Wangi yang menjalankan dakwah Islamiyah, pendidikan, sosial dan ekonomi yang bernafaskan Islam.
  4. Membangun ukhuwah Islamiyah antar jamaah Masjid An Nur dan umat Islam pada umumnya.

BAB IV

 FUNGSI DAN TUGAS

Pasal. 9.

 Takmir Masjid “An Nur ” berfungsi sebagai berikut :

(1) Pembinaan umat Islam dan menggali segala potensi yang ada dalam jamaah.

(2) Membentengi akidah umat Islam berdasarkan Al Qur’an dan Hadis.

(3) Menjadi rujukan dalam masalah agama.

(4) Menyelenggarakan Majelis ilmu, Tahfidz, Taman Alqur’an, Kaderisasi Remaja Masjid, serta  pendidikan lainya yang bernafaskan islam.

Pasal. 10.

 Tugas Takmir Masjid “AN NUR” adalah :

(1) Menegakkan syiar Islam

(2) Menjalin ukhuwah Islamiyah

(3) Menghidupkan semangat musyawarah

(4) Membangun solidaritas jamaah.

BAB V

 KEANGGOTAAN DAN STRUKTUR ORGANISASI

Pasal. 11.

Takmir Masjid “AN NUR” mempunyai keanggotaan yaitu Keanggotaan Jamaah, Donatur dan Struktural adalah sebagai berikut :

a.Keanggotaan Jamaah adalah warga muslim di lingkungan masjid “AN NUR”

b.Keanggotaan Donatur adalah warga muslim di lingkungan masjid “AN NUR” yang  berpartisipasi dalam donatur tetap maupaun tidak tetap.

c.Keanggotaan Struktural adalah warga muslim di lingkungan masjid “AN NUR” yang termasuk dalam struktur organisasi.

Pasal. 12.

 Struktur Organisasi Takmir Masjid “AN NUR” adalah :

(1) Dewan Imam

(2) Forum Musyawarah Jama’ah

(3) Pengurus Harian.

BAB VI

 SUMBER DANA

Pasal. 13.

 Sumber dana diperoleh dari sumbangan yang halal dan tidak mengikat.

BAB VII

 PERUBAHAN ANGGARAN DASAR

Pasal. 14.

Perubahan dan penambahan dilakukan dalam musyawarah yang dihadiri oleh keanggotaan struktural dan disetujui oleh seluruh keanggotaan.( Musyawarah Umum )

Pasal. 15.

Perubahan Anggaran Dasar dapat dimuat dalam addendum tersendiri.

BAB VIII

 PEMBUBARAN ORGANISASI

Pasal. 16.

Pembubaran organisasi hanya dapat dilakukan oleh musyawarah dan mufakat keanggotaan Takmir Masjid “AN NUR”

BAB IX

 PERMUSYAWARATAN

Pasal 16.

Hasil Musyawarah merupakan keputusan tertinggi dalam memecahkan permasalahan ketakmiran

Pasal 17.

Musyawarah dapat dilakukan oleh Pengurus Harian Takmir Masjid “AN NUR” saja kecuali Musyawarah Umum.

Pasal 18.

Musyawarah yang dimaksudkan yaitu :

(1) Musyawarah kerja ( Musyawarah Pengurus Harian )

(2) Musyawarah koordinasi bidang

BAB X

 ATURAN TAMBAHAN DAN PENGESAHAN

Pasal 19.

Aturan Tambahan yang dimaksud adalah hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Dasar, dapat dimuat dalam peraturan atau ketentuan tersendiri yang tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar

Pasal. 20.

Anggaran Dasar Takmir Masjid “AN NUR” disahkan dalam musyawarah umum.

ANGGARAN RUMAH TANGGA

TAKMIR MASJID “AN NUR”

MUKADIMAH

Bahwa, Jamaah di sekitar masjid bersatu dalam suatu wadah organisasi yang disebut dengan Ketakmir Masjid. Organisasi ketakmiran ini harus memiliki aturan main berorganisasi agar dapat mencapai tujuan bersama secara efektif dan efesien. Aturan main berorganisasi yang penting adalah Anggaran Rumah Tangga (ART) sebagai konstitusi organisasi, yang menjadi acuan kerangka dasar bagi jamaah dalam mengelola aktivitas dalam masjid.

Maka dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Rahman dan Maha Rahim, kami Jamaah Masjid “ AN NUR” RW 13 – Kelurahan Pandanwangi – Kecamatan Blimbing – Kota Malang berhimpun dalam suatu wadah organisasi ketakmiran dengan Anggaran Rumah Tangga sebagai berikut :

BAB I

 KEANGGOTAAN

Pasal 1.

Keanggotaan Jamaah dan Donatur,  yang termasuk Keanggotaan Jamaah dan Donatur adalah :

  1. Warga muslim di lingkungan masjid “AN NUR” yang mengikuti sholat di masjid “AN NUR”
  2. Para Donatur yang telah berpartisipasi dalam dukungan dana untuk masjid “AN NUR”

Pasal 2.

Yang termasuk Keanggotaan Struktural adalah :

  1. Dewan Imam yang anggotanya adalah para tokoh agama islam, kyai, ustadz yang memahami islam.
  2. Forum Musyawarah Jama’ah yang anggotanya berasal dari tokoh masyarakat jama’ah di lingkungan masjid “AN NUR”.
  3. Pengurus Harian yang anggotanya disusun oleh ketua terpilih dengan dibantu oleh Tim Formatur.

Pasal 3

Hak Anggota :

  1. Dapat mengikuti musyawarah sesuai dengan jenisnya dan mengeluarkan pendapat, mengajukan usul, saran atau pertanyaan baik secara lesan maupun tertulis.
  2. Dapat menjadi anggota struktural sesuai keberadaannya disertai persetujuan dalam musyawarah pengurus.
  3. Keanggotaan Jamaah dapat dilibatkan dalam musyawarah Pengurus Takmir jika dibutuhkan.

Kewajiban Anggota :

  1. Menjaga nama baik Masjid “AN NUR” dan jama’ahnya.
  2. Anggota Struktural dapat berpartisipasi aktif dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Takmir Masjid “AN NUR”.

BAB II

 PEMBENTUKAN KETUA TAKMIR

Pasal 4

Pembentukan Ketua Umum Takmir Masjid “ANNUR” dimusyawarahkan oleh Tim Formatur yang dibentuk melalui musyawarah umum, yang beranggotakan beberapa orang dengan komposisi anggota :

  1. Ulama
  2. Umaro’
  3. Tokoh masyarakat
  4. Intelektual
  5. Jama’ah aktif

Pasal 5

Penjaringan Ketua Umum Takmir diambil dari keanggotaan jama’ah atau keanggotaan struktural dengan kreteria :

  1. Iman kepada Allah dan hari akhir
  2. Mendirikan sholat
  3. Mengeluarkan zakat
  4. Tidak takut kepada selain Allah
  5. Uswatun khasanah
  6. Mempunyai sifat kepemimpinan (leadership)
  7. Alim/mempunyai pengetahuan agama
  8. Memakmurkan Masjid
  9. Laki-laki
  10. Cinta masjid
  11. Tidak pernah merugikan masjid.

Pasal 6.

 Apabila Tim Formatur tidak mendapatkan keputusan dalam musyawarahnya maka penentuan Ketua Takmir dilakukan voting di dalam tim formatur.

BAB III

 STRUKTUR ORGANISASI

Pasal 7

Pembentukan Personil dalam Struktur Organisasi dilakukan oleh Ketua Takmir terpilih dengan dibantu oleh Tim Formatur.

Pasal 8

 Bentuk Struktur Organisasi Takmir Masjid “AN NUR” adalah sebagai berikut:

I. Dewan Imam

II. Forum Musyawarah Jama’ah

III. Ketua dan Wakil Ketua

IV. Sekretaris dan Wakil Sekretari

V. Bendahara dan Wakil bendahara

VI.Ketua I bidang Peribadatan :

  1. Seksi Peribadatan dan Dakwah
  2. Seksi Kewanitaan
  3. Seksi Sosial dan Hubungan Masyarakat

VII. Ketua II bidang Pembangunan, Pengembangan,Pemeliharaan,Peralatan,Perlengkapan Saran dan Prasarana :

  1. Seksi Pembangunan, Pengembangan Sarana dan Prasarana
  2. Seksi Pemeliharaan,Perawatan Saran dan Prasarana
  3. Seksi Perlengkapan dan Peralatan

VIII. Ketua III bidang Pendidikan, Kesehatan dan Remaja Masjid:

  1. Seksi Pendidikan
  2. Seksi Kesehatan Jama’ah
  3. Seksi Remaja Masjid

Pasal 9

Uraian Kerja dari Struktur Organisasai Takmir Masjid “AN NUR” secara rinci diuraikan dalam aturan tambahan.

BAB IV

 MASA BAKTI PENGURUS

Pasal 10

Masa bakti Ketua dan pengurus Takmir Masjid “AN NUR” adalah 3(tiga) tahun dimulai sejak disahkannya kepengurusan tersebut.

Pasal 11

 Jika dalam perjalanan kepengurusan takmir, Ketua Takmir Masjid “AN NUR” gugur oleh sebab karena tertentu, maka untuk menjalankan kepengurusan organisasi dilanjutkan oleh Wakil Ketua atau pengurus lain sesuai kesepakatan musyarawarah umum hingga habis masa baktinya.

BAB V

 PERMUSYAWARAHAN

Pasal 12

Hasil Musyawarah merupakan keputusan tertinggi dalam memecahkan permasalahan ketakmiran dan dilakukan oleh keanggotaan Ketakmiran Masjid “AN NUR”

Pasal 13

Musyawarah Umum adalah Musyawarah yang dilakukan oleh seluruh keanggotaan takmir Masjid “AN NUR” yang bertujuan untuk:

  1. Laporan Pertanggungjawaban pengurus Takmir Masjid “AN NUR”
  2. Menetapkan dan mengesahkan Program Kerja Pengurus Harian Takmir pertahun berjalan
  3. Mengevaluasi program kerja pengurus Takmir pertahun berjalan
  4. Memilih formatur dalam penjaringan calon ketua takmir
  5. Menetapkan dan mengesahkan Ketua Takmir Masjid “AN NUR”
  6. Musyawarah dengan adanya kejadian khusus.

Pasal 14

Musyawarah Kerja adalah Musyawarah yang dilakukan oleh seluruh Pengurus Harian Takmir Masjid “AN NUR” yang bertujuan untuk :

  1. Menyusun Rencana Anggaran Belanja Takmir Masjid “AN NUR”
  2. Menyusun Rencana Program Kerja jangka pendek, menengah, dan panjang Ta’mir Masjid “AN NUR”

Pasal 15

Musyawarah Koordinasi Bidang, yang termasuk musyawarah koordinasi bidang adalah :

  1. Musyawarah yang dilakukan oleh seksi-seksi organisasi pada setiap bidang
  2. Musyawarah ini menyusun Rencana Anggaran Belanja Takmir Masjid “ANNUR” pada bidang masing – masing
  3. Musyawarah ini menyusun Program Kerja Takmir Masjid “AN NUR” pada bidang masing-masing

Pasal 16

 Aturan dalam menjalankan musyawarah secara rinci diuraikan dalam aturan tambahan

BAB VI

 PERUMUSAN PROGRAM KERJA

Pasal 17

Rencana Program Kerja dirumuskan oleh seksi-seksi pada bidang masing-masing dalam musyawarah koordinasi bidang.

Pasal 18

Rencana Program Kerja yang telah dirumuskan dibicarakan kembali dalam musyawarah kerja

Pasal 19

Rencana Program Kerja yang telah dirumuskan dalam musyawarah kerja disampaikan dalam musyawarah umum.

BAB VII

 SUMBER DANA

Pasal 20

Pendanaan Takmir Masjid “AN NUR” dapat diperoleh melalui :

  1. Donatur Tetap.
  2. Donatur Tidak Tetap.
  3. Instansi / Lembaga.
  4. Zakat Maal/Fitrah.
  5. Perolehan lain yang tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar dan atau peraturan perundang – undangan yang berlaku.
  6. Semua pemasukan dan pengeluaran harus dipergunakan untuk kepentingan umat.
  7. Semua dana wajib disetorkan ke Rekening atas nama Takmir Masjid An Nur.

BAB VIII

 ATURAN TAMBAHAN DAN PENGESAHAN

Pasal 21

Hal-hal yang belum diatur dalam anggaran rumah tangga dimuat dalam peraturan atau ketentuan tersendiri yang tidak bertentangan dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga

Pasal 22

Anggaran Rumah Tangga Takmir Masjid “AN NUR” ini disahkan dalam musyawarah umum

Ditetapkan di : Malang                                                                         Tanggal         : 27 Nopember 2017

 

Lampiran Bab VIII :  Tentang Aturan Tambahan Anggaran Dasar/ Anggaran Rumah Tangga

 TUGAS POKOK DAN FUNGSI DEWAN PENGURUS TAKMIR MASJID “AN NUR”

JOB DESCRIPTION (URAIAN KERJA)

TAKMIR MASJID AN NUR

PERUMAHAN BUMI MERANTI WANGI

PERIODE TAHUN 2017 – 2020

YAYASAN MASJID AN NUR :

TUGAS :

  1. Memberikan arahan, bimbingan dan masukan/saran bagi jalannya roda kepengurusan serta pengembangan masjid yang baik dan benar sesuai aqidah islam berdasarkan Al Qur’an dan Hadist.
  2. Apabila diperlukan sewaktu-waktu dapat melakukan rapat terbatas dengan Pengurus Harian.
  3. Memeriksa / semua lini pelaksanaan program bidang peribadatan, pendidikan, pembangunan, pemeliharaan, administrasi dan keuangan, setidak-tidaknya 6 (enam) bulan sekali, dilakukan bersama-sama ataupun sendiri-sendiri dengan membuat surat tugas dari Ketua / pemberitahuan secara lisan.
  4. Bertanggung jawab atas terjalinnya kordinasi/hubungan eksternal yang baik dengan Instansi pemerintah dan lembaga lainnya yang sejenis.

DEWAN IMAM MASJID :

TUGAS :

  1. Meberikan arahan, bimbingan dan masukan / saran pertimbangan dalam pelaksanaan program pengembangan masjid dalam berbagai kegiatan yang baik dan bermanfaat untuk memakmurkan masjid.
  2. Memberikan pendapat dan masukan / saran apabila terjadi multi tafsir atas permasalahan yang ada untuk memberikan kepastian kepada Jama’ah masjid.

FORUM MUSYAWARAH JAMA’AH :

TUGAS :

  1. Memberikan masukan bagi jalannya roda kepengurusan serta pengembangan masjid.
  2. Apabila diperlukan sewaktu-waktu dapat melakukan rapat dengan anggota yang lain dan hasilnya disampaikan secara tertulis kepada Pengurus Harian melalui Ketua Umum.
  3. Memberi pertimbangan dalam pelaksanaan program pengembangan masjid dan memberikan masukan / saran untuk pengembangan dan berbagai kegiatan yang baik dan bermanfaat dengan tujuan untuk memakmurkan masjid.

JOB DESCRIPTION (URAIAN KERJA)

TAKMIR MASJID AN NUR

PERUMAHAN BUMI MERANTI WANGI

PERIODE TAHUN 2017 – 2020

PENGURUS HARIAN :

KETUA UMUM :

TUGAS :

  1. Penanggung jawab umum dan penentu kebijakan.
  2. Bertanggung jawab terhadap pelaksanaan program dan melakukan pengawasan / pengontrolan terhadap jalannya pelaksanaan program dimaksud.
  3. Bertanggung jawab kepada Yayasan An Nur dan jama’ah melalui laporan pertanggung jawaban ( LPJ ) setiap akhir tahun dan akhir periode masa kerja (atau sewaktu-waktu jika diperlukan).
  4. Memimpin, mengorganisasikan, mengawasi dan mengevaluasi program kegiatan Masjid An Nur.

WAKIL KETUA UMUM :

TUGAS :

  1. Membantu Ketua Umum dalam menentukan kebijakan.
  2. Membantu Ketua Umum terhadap pelaksanaan program dan ikut melakukan pengawasan / pengontrolan terhadap jalannya pelaksanaan program serta memberikan pertimbangan, masukan / saran atas program dimaksud.
  3. Membantu tugas-tugas Ketua Umum yang sesuai dengan tugasnya dan mewakili bila Ketua Umum berhalangan.
  4. Bertanggung jawab kepada Ketua Umum.

 

KETUA  I :

MEMBIDANGI :

  1. Bidang Peribadatan dan Dakwah.
  2. Bidang Sosial dan Hubungan Masyarakat.
  3. Bidang Kewanitaan

TUGAS :

  1. Bertanggung jawab terhadap pembinaan keimanan dan wawasan keislaman jama’ah, contoh : mengadakan pengajian-pengajian yang melibatkan seluruh kalangan jama’ah dengan materi yang terarah.
  2. Bertanggung jawab terhadap segala aktivitas peribadatan, contoh : sholat lima waktu, sholat Jum’at, sholat Tasbih, sholat Tarawih, sholat Malam / Ikhtikaf, Tadarus, sholat Idul Fitri dan Idul Adha dsb, dengan menentukan penceramah, khotib serta materi khutbah yang terarah dan tidak propokatif.
  3. Bertanggung jawab terhadap aktivitas/kegiatan peringatan hari besar Islam (PHBI) dan
  4. Bertanggung jawab dalam mengevaluasi dan meningkatkan aktivitas peribadatan di masjid.
  5. Bertanggung jawab terhadap partisan aktif jama’ah (masyarakat) dalam memakmurkan masjid melalui pendekatan yang baik.
  6. Bertanggung jawab terhadap terjalinnya hubungan yang baik dengan lembaga-lembaga yang ada disekitar masjid dan lembaga lain yang sejenis, contoh : Pengurus Masjid lain, Lembaga Dakwah, Majelis Taklim dsb.
  7. Membantu tugas-tugas Ketua Umum yang sesuai dengan bidangnya dan mewakili bila Ketua Umum berhalangan.
  8. Bertanggung jawab kepada Ketua Umum.

KETUA  II :

MEMBIDANGI :

  1. Bidang Pembangunan dan Pengembangan.
  2. Bidang Pemeliharaan dan Perawatan.
  3. Bidang Peralatan dan Perlengkapan.

TUGAS :

  1. Bertanggung jawab terhadap kelengkapan dan kesempurnaan phisik sarana prasarana masjid, pengembangannya, pemanfaatan dan pemeliharaannya, contoh : menambah, memperbaiki inventaris dan ruang masjid serta menciptakan rasa nyaman sesuai dengan kebutuhan.
  2. Membantu tugas-tugas Ketua Umum yang sesuai dengan bidangnya dan mewakili bila Ketua Umum berhalangan.
  3. Bertanggung jawab kepada Ketua Umum.

KETUA  III :

MEMBIDANGI :

  1. Bidang Pendididkan
  2. Bidang Kesehatan Jama’ah.
  3. Bidang Remaja Masjid.

TUGAS :

  1. Bertanggung jawab merencanakan, mengatur, melaksanakan kegiatan pendidikan dan kesehatan untuk meningkatan mutu pengetahuan Jama’ah dan Remaja Masjid.
  2. Membantu tugas-tugas Ketua Umum yang sesuai dengan bidangnya dan mewakili bila Ketua Umum berhalangan.
  3. Bertanggung jawab kepada Ketua Umum.

SEKRETARIS UMUM :

TUGAS :

  1. Bertanggung jawab terhadap berlangsungnya mekanisme kerja kepengurusan.
  2. pengurus lain secara teknis dalam hal konsep serta mengelola kesekretariatan dan keadministrasian.
  3. Bertanggung jawab kepada Ketua Umum.

WAKIL SEKRETARIS :

TUGAS :

  1. Membantu tugas-tugas Sekretaris Umum dan mewakili jika berhalangan.
  2. Membantu pengurus lain secara teknis keadministrasian dan kesekretariatan dalam melaksanakan tugas masing-masing.
  3. Bertanggung jawab terhadap pengarsipan dan pendokumentasian surat, foto, kaset, CD, Inventaris Masjid,
  4. Bertanggung jawab kepada Sekretaris Umum.

BENDAHARA UMUM :

TUGAS :

  1. Bertanggung jawab terhadap pencatatan masuk dan keluarnya uang.
  2. Memikirkan mengusahakan dana yang halal dan tidak mengikat seperti pengumpulan zakat, Infaq & shodaqoh, penyewaan fasilitas masjid dsb.
  3. Membuat Laporan Keuangan secara berkala untuk diketahui pengurus dan jama’ah masjid.
  4. Membayar dan mencairkan biaya operasional kegiatan masjid yang bersifat routine/non routine, tanpa memecah-mecah besaran nilainya atas persetujuan Ketua Umum dan selalu membuat laporan kepada Ketua Umum ( contoh : Upah pekerja kebersihan, pln, pdam dan tilphone)
  5. Bertanggung Jawab kepada Ketua Umum.

WAKIL BENDAHARA :

TUGAS :

  1. Membantu tugas-tugas Bendahara Umum dan mewakili jika berhalangan.
  2. Membuat Kas Kecil untuk mengatur dan mencatat masuk dan keluarnya uang sehari-hari.
  3. Melakukan pembukuan keuangan secara teknis dan tertib.
  4. Bertanggung jawab kepada Bendahara Umum.

SEKSI PERIBADATAN DAN DAKWAH :

TUGAS :

  1. Bertanggung jawab terhadap berlangsungnya aktivitas peribadatan secara teknis seperti mengontrol pelaksanaan ibadah rutin, konfirmasi khotib jum’at, menjemput khotib (bila diperlukan), pelaksanaan sholat Tarawih, sholat Malam / Ikhtikaf, Idul Fitri dan Idul Adha (apabila menyelenggarakan sendiri) dsb.
  2. Bertanggung jawab terhadap peribadatan, contoh : menentukan Materi Pengajian, Khutbah Jum’at, Terawih dll (jika dimungkinkan).
  3. Bertanggung jawab dalam mengevaluasi dan meningkatkan aktivitas peribadatan dimasjid sebagai tempat ibadah yang baik dan benar sesuai kaidah islam.
  4. Membantu tugas-tugas Ketua I dan mewakili bila berhalangan sesuai dgn seksinya.
  5. Bertanggung jawab kepada Ketua I.

SEKSI KEWANITAAN :

TUGAS :

  1. Bertanggung jawab terhadap berlangsungnya aktivitas kewanitaan secara teknis baik yang bersifat rutin maupun incidental, contoh : majelis taklim, PHBI, kegiatan pengajian, konsumsi dan takjil puasa.
  2. Bertanggung jawab terhadap konsep dan berlangsungnya aktivitas bagi jama’ah wanita.
  3. Membantu tugas-tugas Ketua I dan mewakili jika Ketua I berhalangan sesuai dengan seksinya.
  4. Bertanggung jawab kepada Ketua I.

SEKSI SOSIAL DAN HUBUNGAN MASYARAKAT :

TUGAS :

  1. Mensosialisasikan program kegiatan masjid, menyiarkan berita, serta informasi yang berkaitan dengan kegiatan masjid.
  2. Merencanakan, mengatur, dan melaksanakan kegiatan yang bersifat kemasyarakatan.
  3. Bertanggung jawab secara teknis terhadap positifnya partisipasi jama’ah dalam memakmurkan masjid dengan berbagai pendekatan yang baik dan bijak, contoh : melakukan publikasi kegiatan mengajak memakmurkan masjid, menyampaikan pengumuman atau undangan (kalau diperlukan), memberikan jadwal pengajian rutin yang diadakan dimasjid dan lain-lain.
  4. Bertanggung jawab secara teknis dalam aktivitas layanan sosial, contoh : pelaksanaan penerimaan hewan korban, penyembelihan dan penyaluran dagingnya, penyaluran zakat, santunan anak yatim, fakir dan miskin, santunan kematian dll.
  5. Bertanggung jawab secara teknis terhadap terjalinnya hubungan yang baik dengan lembaga yang ada disekitar lingkungan masjid, lembaga sejenis atas pengurus masjid dan lembaga dakwah, contoh : majelis taklim dan Korps Mubaligh.
  6. Membantu tugas-tugas Ketua I dan mewakili jika Ketua I berhalangan sesuai dengan seksinya.
  7. Bertanggung jawab kepada Ketua I.

SEKSI PEMBANGUNAN DAN PENGEMBANGAN :  

TUGAS :

  1. Bertanggung jawab secara teknis terhadap pengembangan dan pemanfaatan fisik, sarana prasarana, inventaris masjid untuk berbagai kegiatan yang baik dan bermanfaat.
  2. Membuat program rehabilitasi dan pembangunan masjid termasuk gambar dan rencana anggarannya.
  3. Mendata segala kerusakan sarana dan prasarana masjid.
  4. Bertanggung jawab terhadap pengembangan fisik, contoh : penambahan ruangan (bila perlu dan dimungkinkan), perbaikan fasilitas dsb.
  5. Membantu tugas-tugas Ketua II dan mewakilinya jika Ketua II berhalangan sesuai dengan seksinya.
  6. Bertanggung jawab kepada Ketua II.

SEKSI PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN :  

TUGAS :

  1. Bertanggung jawab terhadap perawatan fisik masjid / sarana dan prasarana, baik yang menyangkut kebersihan, kerapian, kenyamanan maupun keindahannya masjid termasuk halamannya, contoh : membuat jadual pelaksanaan kerja rutin kegiatan petugas kebersihan agar mudah dan terkontrol.
  2. Membantu memberikan masukan sarana dan prasarana yang perlu dikembangkan untuk kegiatan yang baik dan bermanfaat.
  3. Membantu tugas-tugas Ketua II dan mewakilinya jika Ketua II berhalangan sesuai dengan seksinya.
  4. Bertanggung jawab kepada Ketua II.

SEKSI PERALATAN DAN PERLENGKAPAN :

TUGAS :

  1. Bertanggung jawab terhadap tersedianya fasilitas utama yang diperlukan masjid, contoh : Al Qur’an, sound system, air, pln, alat kebersihan, sajadah (mukenah dan sarung untuk musafir), karpet, penerangan/lampu, almari, meja kursi yang memadai dll.
  2. Menginventaris/mencatat peralatan serta barang-barang yang ada di masjid.
  3. Bertanggung jawab terhadap pemeliharaan barang-barang inventaris masjid.
  4. Membantu tugas-tugas Ketua II dan mewakilinya jika Ketua II berhalangan sesuai dengan seksinya.
  5. Bertanggung jawab kepada Ketua II.
  6. Menyelengarakan pengamanan masjid secara fisik, dan lingkungan.

SEKSI PENDIDIKAN :

TUGAS :

  1. Bertanggung jawab terhadap berlangsungnya aktivitas pendidikan secara teknis baik yang bersifat rutin maupun incidental, contoh : kursus – kursus, pengkaderan, maupun pendidikan informal lainnya (TPQ).
  2. Bertanggung jawab terhadap arah pendidikan yang hendak dikembangkan.
  3. Bertanggung jawab dalam mengevaluasi dan meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan di
  4. Bertanggung jawab terhadap berlangsungnya aktivitas bagi pendidikan ibu-ibu rumah tangga, remaja dan keluarga yang islami (baca tulis alquran) dll.
  5. Membantu tugas-tugas Ketua III dan mewakili jika Ketua III berhalangan sesuai dengan seksinya
  6. Bertanggung jawab kepada Ketua III.

SEKSI REMAJA MASJID :

TUGAS :

  1. Bertanggung jawab terhadap pembinaan dan pengembangan remaja masjid baik yang menyangkut pengkaderan maupun program kegiatannya.
  2. Mengkoordinir kegiatan remaja masjid dan anak-anak.
  3. Membantu tugas-tugas Ketua III dan mewakili jika Ketua III berhalangan sesuai dengan seksinya.
  4. Bertanggung jawab kepada Ketua III.

SEKSI KESEHATAN JAMA’AH :

TUGAS :

  1. Bertanggung jawab terhadap pembinaan dan pendidikan jama’ah dan remaja masjid yang menyangkut kesehatan jama’ah.
  2. Mengkoordinir kegiatan sosial kemasyarakan/bakti sosial (contoh : sunatan masal, bencana alam dll. ).
  3. Membantu tugas-tugas Ketua III dan mewakili jika Ketua III berhalangan sesuai dengan seksinya.
  4. Bertanggung jawab kepada Ketua III.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s